Kuliner

Bebek Carok, Ngajak Emak-Emak Carok

Banyak penjual nasi bebek di Malang. Mulai dari penjual tenda pinggir jalan, hingga rumah makan yang menu utamanya adalah nasi bebek. Kehadiran Bebek Carok di Malang, seperti terjun ke kolam yang sudah memiliki banyak pemain di dalamnya. Makanya, saya penasaran, apakah Bebek Carok ini bisa menyaingi bebek-bebek yang sudah terkenal kelezatannya di Malang?

Bebek Pertama di Malang

Bebek pertama yang saya makan ketika baru menginjakkan kaki di Malang adalah Bebek ITN di Karangploso. Saya ingat malam itu, hampir jam 21.00 kami baru tiba di Kontrakan setelah lima jam perjalanan. Suami saya keluar untuk memberikan makanan kepada bapak sopir yang telah mengantarkan kami.

Saat suami saya tiba, ia membawa bungkusan nasi dengan tulang menyembul di ujungnya. Saya pikir itu nasi lalapan ayam. Dari kejauahan saja wanginya sudah tercium, membuat perut semakin keroncongan.

Ketika membuka bungkusnya, terihat potongan daging yang cukup besar. Warnanya kecoklatan dan terlihat garing di luar, lengkap dengan sambal tomat dibungkus plastik, lalapan timun, kubis dan kemangi di pinggirnya.

Ketika jari-jari saya sudah mulai mengepal nasi hangatnya, tercium wangi yang berbeda. Ini bukan nasi biasa, ini nasi uduk dengan taburan bawang goreng di atasnya.

Bebek goreng yang garing di luar, berlemak di dalam, dicocol sambal dan dipadu dengan nasi uduk yang gurih dan wangi. Kacau banget sih rasanya, bikin saya kalap ingin makan lagi dan lagi.

Namun ternyata, nasi bebek itu bukan satu-satunya nasi bebek terenak yang saya rasakan. Masih ada Bebek Sinjay dengan sambal mangganya, Bebek Selamet dengan sambal koreknya, Bebek Puranama, dan bebek-bebek lain yang saya temui.

Bebek Carok Malang

Nah, baru-baru ini Bebek Carok membuka cabangnya di Malang. Saya cukup sering melihat konten youtube Tretan Muslim owner Bebek Carok ini. Apalagi konten ngobrol sambil makan bebeknya, sudah lama bikin saya penasaran dengan rasanya.

Bebek goreng dengan bumbu hitam madura, belum pernah saya makan. Kalau lihat konten Tretan muslim, bisa saya bayangkan bumbunya gurih dan sambalnya pedas nampol.

Bagi yang belum mengenal Aditya Muslim, atau sering dikenal sebagai Tretan Muslim, dia adalah konten kreator asal Madura yang juga jebolan stand up comedy musim ke tiga. Tretan adalah bahasa Madura yang artinya saudara. Jadi tretan muslim artinya adalah saudara muslim. Carok, sederhananya adalah berkelahi atau budaya bertarung menggunakan celurit di Madura. Hal ini mengindikasikan bahwa bebek carok adalah bebek khas Madura.

Frist Impression Bebek Carok

Momen of truth, saya datang ke Bebek Carok untuk merasakannya langsung. Saya dan suami pesan bebek carok super jumbo bumbu hitam, dan bebek bumbu laos ukuran sedang untuk anak saya.

Melihat ulasan di google, banyak yang bilang waktu tunggunya lama. Jadi kami bersiap untuk itu. Sembari menunggu, kami mengamati interior di dalam ruangan yang colourfull, penuh dengan gambar dan quote-quote menarik.

Terpampang juga foto Tretan Muslim sebesar dinding, sehingga Aisyah menyahut, “Itu kan orang yang suka di tonton ayah”. Haha

Ternyata tak selama yang kami pikirkan, kurang dari 30 menit hidangan sudah diantarkan ke atas meja. Sesuai dengan orderan, saya dan suami pesan bebek carok super jumbo bumbu hitam, dan anak saya bebek bumbu laos ukuran sedang.

Sambalnya ada dua macam yang dihidangkan dengan mangkuk plastik berukuran 25 ml. Sambal yang pertama adalah sambal mangga, dan yang lain adalah sambal korek.

Makan Bebek Carok, Saya Lagi Apes!

Saya terlebih dahulu membantu memotong daging bebek bumbu laos milik Aisyah. Dagingnya lembut dan banyak. Tak tahan saya incip sedikit, rasanya gurih dan lemaknya lumer di mulut.

Setelah itu barulah saya beranjak untuk menyantap bebek jumbo yang sudah terpampang di hadapan saya. Bebek saya dan suami berlumurkan bumbu hitam khas madura. Ketika saya mulai menyobek dagingnya, rasanya ada yang berbeda dengan daging bebek milik Aisyah. Teksturnya lebih kering, dan dagingnya lebih sedikit.

Saya masih berusaha mencari daging-daging tersembunyi di antara tulang belulang. Hasilnya nihil, bebek ukuran sedang malah jauh lebih berdaging dari pada bebek super jumbo yang sayap pesan. Saya intip milik suami, banyak dagingnya sesuai ekspektasi. Kenapa punya saya zonk??

Jujur saya kecewa. Mungkin saya lagi apes ya, melihat bebek super jumbo punya suami masih sesuai ekspektasi. Pun ketika saya mencicipi bumbu hitamnya, saya pikir akan terasa gurih, namun ternyata masih lebih gurih bumbu laosnya dari pada bumbu hitam.

Suami saya memberikan tanggapan lain. Untuk menu “bebek goreng”, menurutnya kulit luarnya kurang garing. Selain itu, dalam konten Bang Tretan, bintang tamu terlihat kepedasan dengan sambalnya, sayangnya kami tak merasakan hal yang sama. Sambalnya kurang pedas di lidah kami.

Kesimpulan

Meski saya merasa kecewa, kami tetap menikmati makan di Bebek Carok. Dari segi rasa, menurut penilaian kami masih bisa diterima, harga terjangkau dan tempatnya nyaman untuk nongkrong bersama teman ataupun keluarga. Ada musholla dan parkirannya juga luas.

Kami mengapresiasi pelayanan yang baik dari Bebek Carok. Kelebihan lainnya adalah Bebek Carok menyediakan dua macam sambal. Saya pikir akan lebih mantap jika kedepannya varian sambalnya bisa diperbanyak, misalkan sambal tomat, sambal hijau, atau menyediakan sambal dengan beberapa level kepedasan. Variasi nasi mungkin juga bisa ditambah, dengan adanya nasi uduk misalkan. Karena jujur saja, pemain bebek di Malang yang cukup banyak, jadi jika rasa tak istimewa, pelanggan pun tak akan kembali. Apalagi yang kena apes seperti saya. Huhu

Tapi sepertinya saya akan kembali lagi ke sini, karena ada satu menu yang belum kami coba yaitu martabak maduranya. Martabak yang isinya bihun dan tetelan daging sapi adalah jenis martabak favorit suami banget! Sayang kami belum sempat merasakannya kemarin. Nanti saya update tulisan ini jika sudah mencobanya.

Semuanya kembali ke selera masing-masing ya, ini adalah review berdasarkan lidah kami. Yang mau cobain Bebek Carok bisa langsung ke alamat di bawah ini. Semoga bermanfaat!

Bebek Carok

Jl. Retawu No.4A, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65115

2 Comments

  • Cak Noer D.

    Terimakasih review dan pengalaman nya kak. 🙏

    Dari sini saya jadi percaya bahwa orang Madura sebenarnya bisa maju, bisa berkembang.
    Terbukti kan banyak rumah makan Bebek yg enak dan ownernya orang Madura.
    Tapi sebagai org Madura saya melihat orang Madura sendiri di desa desa masih sering membatasi diri, tidak mau membuka diri berkembang jadi lebih baik.

    • anislotus

      Saya madura swasta kak, wkwk. Menurutku orang madura malah paling bisa beradaptasi dimana saja. Mereka ada di mana-mana dan suvivalnya tinggi. Semoga kesuksesan orang-orang madura seperti ini bisa menginspirasi yang belum terbuka pikirannya ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *