Kuliner

Menu Favorit di Ayam Geprek Sa’i, Rasanya Nggak Kalah dengan Fried Chicken Pendukung Isriwil!

Saya bertekad tidak akan pernah membeli produk dari perusahaan yang mendukung genosida di palestina, salah satunya adalah perusahaan fried chicken asal Amerika. Meskipun di dalamnya terdapat menu favorit saya banget, tapi mengingat betapa kejinya perbuatan mereka, sungguh saya tidak sudi membeli produk mereka.

Ayam Geprek Sa’i Produk Lokal yang Islami

Masih banyak pilihan produk lokal pengganti yang tak kalah enak, salah satunya Ayam Geprek Sa’i. Ayam geprek Sa’i adalah tempat andalan kami sekeluarga ketika saya libur masak. Selain lokasinya yang dekat sekali dari rumah, kami sekeluarga tidak ada yang bisa menolak menu ayam geprek dan ayam goreng krispy seperti ini.

Gerai ayam geprek sa’i ternyata tidak hanya ada di dekat rumah kami. Kemanapun kami pergi, bahkan ke luar kota pun, ayam geprek sa’i selalu kami temui. Ternyata memang cabang dari ayam geprek sa’i ini sudah ada 300an lebih.

Saat pertama kali masuk ke outlet Ayam Geprek Sa’i, kami merasakan nuansa keislaman yang sangat kental. Bahkan ketika menunggu orderan, kami mendengar sekumpulan karyawan sedang membacakan asmaul husna bersama, seperti sudah menjadi rutinitas mereka.

Suasana yang menenangkan ini membuat kami merasa nyaman berada di dalam outletnya. Selain itu, tersedia juga spot bermain untuk anak, meskipun kecil, tapi cukup membuat anak bahagia bermain sambil menunggu makanannya datang.

Karena kesan pertama yang menyenangkan, kami jadi selalu datang ke Sa’i untuk membeli makanan ketika libur masak. Hampir semua menu di Sa’i sudah kami coba. Selain ayamnya, berikut tiga menu lainnya yang menjadi favorit kami setiap datang ke Sa’i.

Burger

IG: ayamgepreksai_tumapel_sgs

Burger adalah menu pertama yang saya coba dari Ayam Geprek Sa’i. Saat itu, anak saya dibelikan burger oleh pamannya. Karena burgernya besar, dia tak bisa menghabiskannya. Saat itu saya tidak menaruh ekspektasi tinggi pada burger lain selain Burgershoot dan Burger Mcdonald.

Namun saat gigitan pertama, rotinya terasa empuk dan tebal, bukan roti murahan yang kopong dan alot. Kedua, patty ayamnya tebal dan isinya daging ayam cincang betulan, bukan hanya tepung isi daging.

Dari situlah, kami akhirnya penasaran dan datang ke Sa’i untuk mencoba semua menunya. Padahal awalnya kami enggan ke Sa’i karena menyepelekan rasanya.

Kwetiau

IG: ayamgepreksai_tumapel_sgs

Menu yang satu ini memang menjadi buruan saya sejak pindah ke Malang. Meskipun belum menemukan rasa kwetiau seenak di Qua-Li yang pernah saya makan di Surabaya, tapi kwetiau Sa’i menawarkan rasa kwetiau yang berbeda.

Kwetiau Sa’i menggunakan mie gepeng, telur, sayuran dan daging ayam di dalamnya. Bumbunya terasa gurih manis dan medok. Yang paling saya suka adalah daging ayamnya banyak, bukan sekedar ayam disuwir tipis, tapi ini ayam dipotong dadu dan dalam jumlah yang lumayan banyak.

Bisa dibilang kwetiau Sa’i ini memuaskan. Karbohidrat dapat, protein juga dapet banget

Nasi goreng

IG: ayamgepreksai_tumapel_sgs

Selain ayam krispy, nasi goreng adalah menu yang aman untuk anak. Maka saya juga mencoba nasi goreng di Sa’i, dan rasanya tidak mengecewakan. Nasi gorengnya wangi, gurih, lengkap dengan sayuran dan protein dari telur dan ayamnya.

Nah, itu dia menu favorit saya di Ayam Geprek Sa’i. Perlu diingat, saya belum pernah mencoba menu-menu ini di outlet lainnya, kecuali burgernya. Jadi, ada kemungkinan rasanya akan berbeda di setiap outlet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *