Kuliner

Sate Bunul H. Paino Berubah Wajah, Lebih Modern!

Entah sudah berapa lama kami tak makan sate di Pak Paino, tiba-tiba bangunannya berubah tak seperti yang dulu. Bangunannya kini terlihat lebih modern dengan kaca di bagian depan dan cat dominan hitam. Para pegawai yang berjejer-jejer membakar sate di halaman kedai juga sudah tak tampak lagi.

Saya makin penasaran dengan bagian dalamnya, sekaligus ada rasa sedikit kawatir. Apakah pengelola Sate Pak Paino berubah? Jangan-jangan rasa satenya juga berubah?

Desain Bangunan yang Lebih Kekinian

Kami memasuki bagian dalam yang terlihat lebih luas dari sebelumnya. Tempat duduk dan mejanya sudah diperbaharui, dinding dicat dan digambar dengan animasi dan slogan “Ora Paino Ora Lego!”

Kami memesan di bagian kasir dan langsung membayar. Seperti biasa, menu yang kami pesan sate kambing dengan lemak, sate hati kambing, sate ayam dan gulai kambing masing-masing satu porsi. Kita juga bisa memesan tambahan kerupuk di kasir.

Sembari menunggu, saya dan suami bergantian untuk sholat. Alhamdulillah di Sate H. Paino ada musholla dan kamar mandi yang lumayan nyaman. Bangunan Sate H. Paino ini juga terdapat lantai dua yang merupakan smooking area.

Teringat dulu ketika makan di sini, asap sate mengepul dari depan, dan masuk ke area makan. Ada ruangan ber-AC jika tak ingin terkena asap sate. Namun sekarang ruangan ber-AC tersebut sudah tidak ada, seluruh ruangan sudah bebas asap karena tempat pembakaran sate berada di area yang berbeda.

Sate Pak Paino Berubah?

Tak perlu menunggu lama, pesanan kami akhirnya datang. Jika dulu disajikan di atas piring putih, kini makanan disajikan di atas hot plate dengan bumbu terpisah di dalam mangkuk. Hanya gulai saja yang masih menggunakan mangkuk yang sama.

Untuk rasa satenya masih tetap sama. Potongan satenya besar-besar, sate kambingnya empuk dan tidak berbau. Ketika dicocol dengan bumbu kacang, lumer rasanya di mulut. Namun satu hal yang kami rasa kurang. Kurang panas.

Meski satenya di atas hot plate, satenya terasa kurang hot. Rasanya tidak seperti sate yang baru diangkat dari panggangan. Itu saja yang membuat kami sedikit kecewa. Mungkin besok kalau ke sana lagi harus dicek dulu, jika kurang panas maka minta dipanasi sebentar supaya lebih mantap.

Sate H. Paino ternyata juga menjual sate frozen. Jadi untuk yang ingin nyetok sate H. Paino di rumah, bisa banget. Atau mungkin ingin membawa oleh-oleh ke luar kota, dalam keadaan frozen bisa lebih awet.

Kesimpulan

Suatu kemajuan untuk Sate H. Paino yang merubah wajahnya menjadi lebih modern dan nyaman. Namun perlu diperhatikan juga untuk selalu menyediakan sate yang fresh from the panggangan seperti dulu agar pelanggan tak kecewa. Meski rasa tak berubah, tapi makan sate kurang panas itu kenikmatannya berkurang.

Meski begitu, untuk saat ini Sate Pak Paino masih menjadi sate terfavorit saya dan keluarga di Malang. Bagi yang ingin mencoba, bisa langsung ke alamat ini ya:

Sate Bunul H. Paino

Jl. Hamid Rusdi Timur IV No. 313 Malang Jawa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *